Fina Silait lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana di Ambon, Maluku. Di tengah keterbatasan akses teknologi dan informasi, Fina sudah menaruh minat besar pada dunia digital sejak duduk di bangku SMA. Setelah lulus, ia memutuskan merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi. Di sana, Fina tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi juga aktif mengikuti berbagai seminar, pelatihan, dan lomba yang berkaitan dengan digital marketing serta pengembangan bisnis.
Kesadaran akan pentingnya digitalisasi bagi kemajuan bisnis di daerah menjadi titik balik dalam hidup Fina. Melihat kenyataan di Maluku—banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk mereka—Fina merasa tergerak untuk membantu. Bermodal pengalaman dan jaringan yang ia bangun selama di Jakarta, Fina kembali ke Maluku membawa visi besar: mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha di sana.
Pada tahun 2020, Fina mendirikan Silait Digital Agency, sebuah perusahaan jasa digital yang berfokus pada pengembangan website, media sosial, dan digital marketing untuk UMKM lokal. Misi utama dari agensinya adalah menyediakan solusi digital yang terjangkau, mudah digunakan, dan dapat membantu produk lokal Maluku menjangkau pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Langkah awal yang dilakukan Fina adalah melakukan edukasi kepada pelaku UMKM. Ia mengadakan pelatihan gratis, workshop, dan konsultasi digital. Tak jarang Fina turun langsung ke lapangan, mengunjungi desa-desa di Maluku untuk memberikan pemahaman dasar tentang manfaat teknologi dan pemasaran online.
Bermodal keyakinan, kerja keras, serta tim yang solid, Silait Digital Agency berhasil membangun lebih dari 150 website UMKM lokal dalam dua tahun pertama. Fina dan tim juga membantu merancang strategi branding, mengelola akun media sosial, serta memperkenalkan UMKM pada platform marketplace nasional seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Banyak UMKM yang tadinya hanya menjual produk secara offline, kini mampu mendapatkan order dari luar Maluku.
Salah satu kisah sukses yang menonjol adalah Kerupuk Sagu Mama Ina, UMKM kecil yang semula hanya dijual di pasar tradisional. Setelah mendapat pendampingan dari Silait Digital Agency, bisnis ini membangun website, aktif promosi di Instagram, dan dalam waktu tiga bulan berhasil menjangkau pelanggan dari Jakarta dan Bandung. Pendapatan pun meningkat hingga tiga kali lipat.
Dalam proses perjalanan membangun agensi digital, Fina menghadapi banyak tantangan. Mulai dari minimnya akses internet di beberapa wilayah, rendahnya literasi digital, hingga keterbatasan dana UMKM. Namun, Fina tidak pernah menyerah. Ia mengembangkan konsep Digital Gotong Royong, yaitu mengajak alumni, relawan, dan pengusaha muda setempat untuk bersama-sama membantu UMKM dalam hal pemasaran digital dengan biaya yang sangat terjangkau.
Strategi lain yang digunakan adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah dan universitas di Ambon. Fina memperkuat ekosistem digital melalui pengembangan program magang bagi mahasiswa dan pelatihan bagi guru sekolah, sehingga transformasi digital bisa berjalan secara berkelanjutan.
Berkat kerja kerasnya, Silait Digital Agency berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional, seperti Startup Inspiratif 2022 dari Kementerian Koperasi dan UMKM serta menjadi mitra resmi Program Digitalisasi UMKM Maluku. Fina Silait juga dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Berpengaruh di Indonesia Timur oleh media nasional.
Dampak yang diciptakan Fina melalui Silait Digital Agency tidak hanya terbatas pada aspek bisnis. Banyak anak muda di Maluku yang kini termotivasi untuk belajar teknologi dan berwirausaha di bidang digital. Gerakan ini menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, serta membuka peluang kerja baru yang sebelumnya belum ada.
Kini, Silait Digital Agency telah berkembang pesat dengan tim yang berasal dari berbagai daerah di Maluku, memiliki divisi pengembangan website, desain grafis, pengelolaan media sosial, dan digital marketing. Mereka sudah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 institusi dan 200 UMKM.
Fina dan tim terus berinovasi dengan meluncurkan platform edukasi digital berbasis online, sehingga pelaku usaha dan masyarakat luas bisa mengakses materi pelatihan kapan saja dan di mana saja. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Maluku.
Kisah Fina Silait dan Silait Digital Agency memberi pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian dan inovasi. Fina menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari dampak yang bisa diberikan bagi masyarakat dan daerah.
Ia mengajak generasi muda Maluku untuk tidak takut bermimpi dan mencoba hal baru. Era digital adalah peluang besar bagi siapa saja, termasuk di daerah-daerah yang selama ini dianggap tertinggal. Dengan semangat, kerja keras, dan kolaborasi, Maluku bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional.